Obat radang tenggorokan, obat amandel, obat batuk dan seputarnya adalah fokus utama pembahasan situs ini

Obat Batuk , Terdapat Lima Jenis Batuk dan Cara Mengatasinya

Obat Batuk - Berbagai jenis batuk (berdahak, kering, kronis, rejan dan berdarah) sekaligus dengan varian obatnya yang paling tepat baik secara alami atau medis berdasarkan fakta dari pengalaman dan dari sumber terpercaya seperti alodokter merupakan sajian kali ini dengan artikel sesederhana mungkin.

Obat Batuk , Terdapat Lima Jenis Batuk dan Cara Mengatasinya

Berbagai Macam Batuk dan Solusinya

1. Batuk Kering

Batuk tidak berdahak atau kering merupakan batuk yang membuat perih tenggorokan. Faktor yang menyebabkan batuk kering ini mudah ditebak, biasanya karena udara kering, iritan, alergi, naiknya asam lambung, dan flu. Batuk ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman dan mengganggu kegiatan sehari-hari.
Adapun pengobatannya bisa dengan cara berikut ini:

    1. Asupan yang membuat tenggorokan lega sesuai selera

    Semangkuk sup ayam hangat dapat memberikan tiga manfaat sekaligus bagi Anda yang sedang menderita batuk kering. Pertama, rasa hangatnya membantu menenangkan tenggorokan. Kedua, uap hangatnya membantu membuka selaput pernapasan atas. Ketiga, sup ayam mengandung protein yang membantu menguatkan kondisi lemah akibat batuk kering.

    2. Menghirup lembab dari  air panas

    Keadaan tubuh yang lembab akan membantu meredakan batuk kering. Anda bisa mengusahakan kelembapan ini dengan menghirup uap air.

    3. Menghindari dehidrasi

    Seperti yang terungkap diatas, bahwa udara gersang menjadi pemicu utama terjadinya batuk kering., karena akan menimbulkan kekurangan cairan tubuh. Maka, meminimalisir dehidrasi dengan 1-2 gelas air putih perjam adalah solusi yang tak tak dapat terbantahkan. Umumnya diawali dengan munculnya postnasal drip (lendir pada pangkal hidung) yang menyebabkan hidung dan tenggorokan gatal.

    4. Anjuran obat batuk di Apotik

    Di dalam tubuh kita terdapat zat bernama histamin. Zat inilah yang membuat drainase pada hidung dan tenggorokan sehingga menyebabkan terjadinya batuk terus-menerus. Untuk meredakannya, Anda dapat mengonsumsi antihistamin.

2. Batuk Berdahak

Batuk berdahak terjadi ketika paru-paru Anda mengalami infeksi sehingga menghasilkan dahak lebih dari kadar normal. Akibatnya terdapat dahak pada tenggorokan yang keluar saat Anda batuk. Batuk adalah cara alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari dahak agar dapat bernapas dengan lebih lega.
Berikut ini beberapa karakteristik obat untuk batuk berdahak yang perlu dicermati.
  1. Obat batuk biasanya bermanfaat untuk mengencerkan dahak atau disebut ekspektoran agar dahak lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Oleh karena batuk memang diperlukan untuk mengeluarkan dahak, maka obat untuk meredakan batuk tidak disarankan.
  2. Guaiphenesin atau bromhexine adalah bahan utama pereda batuk berdahak yang juga aman untuk ibu hamil. Meski begitu perlu diingat bahwa bahan ini tidak dapat menyembuhkan kondisi lebih serius yang melatarbelakangi.
  3. Jika batuk disertai demam, konsumsi ibuprofen atau parasetamol yang juga dapat membantu meredakan sakit pada tenggorokan.
  4. Hati-hati mengonsumsi obat yang mengandung antihistamin yang berguna untuk meredakan hidung tersumbat, karena bahan ini justru dapat membuat dahak lebih sulit dihilangkan dari paru-paru.
Aneka macam obat batuk memang banyak tersedia di pasaran. Namun terdapat kondisi tertentu yang harus lebih diwaspadai seperti berikut ini.
  1. Jika Anda mengidap diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, gangguan tiroid, gangguan pernapasan seperti asma.
  2. Jika batuk berdahak diderita balita di bawah dua tahun.
  3. Jika Anda sedang menyusui atau hamil sehingga memerlukan obat batuk yang tidak membahayakan bayi.
  4. Jika Anda alergi terhadap obat-obatan, terutama kandungan dalam obat batuk.
Pada intinya, penting untuk mengonsumsi obat-obatan dengan label dan peruntukan yang tepat untuk menangani batuk berdahak. Akan lebih baik jika obat-obatan yang ingin dikonsumsi dikonsultasikan lebih dulu kepada dokter.

Akan tetapi sebelum mengonsumsi obat, ada beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan untuk meringankan batuk berdahak:
  1. Berkumur dengan air biasa atau air garam setidaknya 60 detik, tiga kali sehari.
  2. Perbanyak istirahat dan mengonsumsi cukup air mineral.
  3. Jaga suhu tubuh agar tetap hangat. Mandi dengan air hangat dapat membantu mengencerkan dahak.
  4. Hindari kontak dengan pengidap flu dan batuk lain.

3. Batuk Rejan

Batuk rejan atau pertusis adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernapasan yang mudah sekali menular. Batuk rejan sempat dianggap penyakit anak-anak saat vaksin pertusis belum ditemukan. Sebenarnya batuk rejan juga dapat diderita orang dewasa, namun penyakit ini dapat mengancam nyawa bila terjadi pada lansia dan anak-anak, khususnya bayi yang belum cukup umur untuk mendapat vaksin pertusis.

Berhati-hatilah jika mengonsumsi obat bebas untuk mengobati batuk rejan. Karena banyak sekali jenis obat batuk di pasaran yang ternyata kurang ampuh mengobati batuk rejan. Bahkan obat tersebut tidak bisa meredakan gejala batuknya.

    1. Penanganan usia dibawah umur

    Bayi dan anak-anak yang mengalami batuk rejan akan ditempatkan di ruang isolasi untuk menghindari penyebaran infeksi. Pengobatan utama yang diberikan adalah antibiotik untuk melawan bakteri penyebab infeksi. Kortikosteroid akan diberikan untuk mengatasi peradangan pada saluran napas. Baik antibiotik dan kortikosteroid bisa diberikan melalui infus. Sungkup okasigen dapat diberikan untuk membantu pernapasan.

    Bayi dan anak-anak dengan batuk rejan yang cukup parah bisa menyebabkan kerusakan pada paru-paru mereka. Penanganan khusus di rumah sakit akan berkonsentrasi pada pemakaian alat bantu pernapasan (ventilasi) dan pemberian obat-obatan untuk mengendalikan tekanan darah mereka dengan obat-obatan.

    Pada keadaan yang lebih parah, dapat dilakukan Oksigenasi Membran Ekstrakorporeal (ECMO=extracorporeal membrane oxygenation), dimana oksigen akan langsung dialirkan ke tubuh tanpa melewati paru-paru. Prosedur ini akan diberikan jika teknik yang lain tidak berhasil dan paru-paru sudah mengalami kerusakan cukup parah.

    2. Solusi bagi usia dewasa

    Pengobatan batuk rejan pada remaja dan orang dewasa biasanya bisa ditangani sendiri di rumah atau dengan obat antibiotik sesuai resep dokter. Berikut ini beberapa langkah sederhana untuk penanganan mandiri di rumah:
    1. Untuk menyembuhkan gejala demam dan radang tenggorokan, Anda bisa mengonsumsi ibuprofen atau paracetamol.
    2. Untuk menghindari dehidrasi, disarankan untuk minum banyak air.
    3. Keluarkan semua lendir atau muntah saat batuk agar penderita tidak tersedak atau terhirup kembali.
    4. Disarankan untuk banyak beristirahat.

4. Batuk Berdarah

Batuk mengeluarkan darah atau hemoptisis adalah keadaan ketika seseorang mengalami batuk yang disertai darah. Batuk yang mengeluarkan darah sendiri merupakan suatu bentuk gejala yang bisa timbul akibat sejumlah kondisi, baik serius maupun tidak.

Jika batuk darah dialami oleh kalangan usia muda yang memiliki riwayat kesehatan yang baik, biasanya batuk berdarah bukan merupakan pertanda dari suatu penyakit serius. Akan tetapi, jika orang yang mengalaminya diketahui memiliki riwayat kesehatan yang buruk atau dia adalah seorang perokok, maka ada kemungkinan batuk berdarah ini sebagai gejala dari suatu kondisi yang serius.

Untuk mengobatinya selain menghentikan pendarahan pada batuk tersebut, tujuan pengobatan sendiri adalah menyembuhkan kondisi yang mendasari sebagai penyebabnya. Beberapa jenis penanganan batuk darah meliputi:
  1. Pemberian antibiotik untuk infeksi paru-paru akibat bakteri, seperti tuberkulosis atau pneumonia.
  2. Pemberian steroid jika batuk darah disebabkan oleh radang.
  3. Terapi radiasi atau kemoterapi jika batuk darah disebabkan oleh kanker paru-paru.
  4. Embolisasi arteri bronkial jika batuk darah terjadi akibat pendarahan di dalam arteri. Melalui metode ini, dokter akan memblok arteri yang bermasalah dengan menggunakan suatu zat atau bahkan kumparan logam dan mengalihkan peredaran darah ke arteri lain yang lebih sehat. Identifikasi sumber pendarahan dapat dibantu dengan kateter melalui monitor.
  5. Operasi untuk menangani gejala batuk darah akibat kondisi yang mengancam nyawa, misalnya operasi pengangkatan paru-paru pada penyakit paru-paru parah.

5. Batuk Kronis

Batuk parah menahun atau kronis adalah batuk yang berlangsung dalam jangka waktu lama, yaitu sekitar dua bulan atau lebih pada orang dewasa, dan satu bulan atau lebih pada anak-anak. Batuk kronis itu sendiri sebenarnya bukan sebuah penyakit, melainkan gejala dari masalah kesehatan lain.
Jika mencari obat batuk kronis yang tepat, maka dokter akan mempertimbangkan beberpa hal yang sangat erat kaitannya dengan peninjauan berikut:
  1. Beberapa obat-obatan seperti antibiotik (untuk melawan bakteri dan pneumonia), antihistamin dan dekongestan (untuk meredakan peradangan saluran pernapasan dan alergi), serta glukokortikoid (untuk meredakan masalah hormon, bronkitis kronis, dan asma) mungkin disarankan. Ada juga obat hirup seperti bronkodilator yang biasa diberikan dokter untuk pasien asma sebagai pereda radang dan saluran pernapasan tersumbat.
  2. Jika batuk tidak kunjung reda dan tidak ada gejala yang signifikan, dokter biasanya akan meresepkan obat pereda batuk seperti dextomethorphan, benzonatate, hingga kodein atau hydrocodone. Beberapa obat tersebut dapat dibeli secara bebas, namun memiliki efek samping seperti mengantuk hingga ketergantungan.
  3. Penderita batuk kronis yang disebabkan asam lambung berlebih biasanya akan diresepkan obat dengan kandungan antasida, penghambat H-2 Receptor atau proton pump inhibitor. Beberapa pasien terkadang harus menjalankan operasi untuk menuntaskan masalah ini, walau jarang.
Tingkat keparahan penyakit yang Anda alami dengan konsultasi ke dokter akan terbuka beserta penanganan yang tepatnya. Demikian pos obat batuk ini penulis tutup dengan doa semoga semua masalah kamu terobati.

Obat Batuk , Terdapat Lima Jenis Batuk dan Cara Mengatasinya Rating: 5 Posted By: saepul anwar

0 komentar: